Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

PERLUKAH MAHAL UNTUK TERLIHAT CANTIK???

            Cantik merupakan  kata yang sangat sederhana. Namun,  kata cantik adalah kata yang diimpikan oleh setiap orang terutama adalah kaum wanita. Memang setiap orang mempunyai deskripsi tersendiri tentang kata cantik, tetapi  pada dasarnya setiap wanita diciptakan dengan wujud yang cantik, namun banyak dari mereka yang tidak menyadarinya. Hal itulah yang membuat mereka rela melakukan apapun untuk sekadar tampil cantik.
            Pada dasanya cantik itu tidak hanya tampak dari wujud fisik seseorang saja, namun cantik juga tampak dari hati dan juga perilaku seseorang. Tetapi banyak wanita yang mengartikan bahwa cantik itu selalu tampak dari wujud luarnya saja sehingga mereka rela menghabiskan banyak uang baik itu perawatan yang mahal sampai membeli barang-barang yang mewah, bahkan ada juga sebagian dari wanita yang memilih jalan pintas demi tampil cantik yang pada akhirnya hal itulah yang membuat mereka selalu tampil dengan percaya diri.
            Tak seorang pun wanita yang ingin terlihat tidak cantik, namun perlu diketahui bahwa untuk terlihat cantik itu tidak harus mengeluarkan biaya yang tidak sewajarnya. Sebagai wanita seharusnya mampu mengartikan dengan bijak kata cantik itu sendiri. Hal itu perlu dilakukan agar kita para wanita tidak perlu melakukan hal-hal yang bahkan nantinnya berdampak negatif pada diri sendiri. Jadi, untuk cantik itu tidak harus mahal. Cukup dengan merawat diri dengan sewajarnya saja dan yang terpenting adalah menjaga sikap dan perilaku. Dengan bersikap dan berperilaku baik, orang lain dapat menilai bahwa kita juga terlihat cantik dan bahkan anggun. Jadi masihkah anda ingin tampil cantik dengan biaya yang mahal? Lebih baik berpikirlah seribu kali terlebih dahulu. (Siti Mifta Kh)
           
           

Kesehatan Apotik Hidup


1. Temu lawak (Curcumaxanthorhiza) 

Temu lawak bisa menyembuhkan penyakit lever dengan cara, temu lawak diris-iris lalu di jemur sampai kering, kemudian direbus sengan air secukupnya, serta tambahkan gula aren dan kalau sudah mendidih kemudian disaring. Nah, air saringannya ini yang diminum, diminum pada waktu pagi dan sore.

2. Kunyit (Curcuma Domesticarval)

Kunyit mempunyai banyak sekali nama di daerah tertentu, misalnya di Aceh bernama kunyet, lampung menyebutnya kunyir, dan sebagainya.
Meski berbeda menyebut nama kunyit, tetapi meliki khasiat yang sama. Seperti mengatasi sakit perut. Cara mengolahnya dengan cara di parut halus, kemudian disaring dengan kain yang bersih dab halus. Nah, intisarinya yang telah sisaring dapat diminum dengan tambahan madu asli secukupnya. Paling enak diminum waktu pagi dan sore.

3. Bugenfil (Bugenville Glabra Choic)
Nama lain dari bugenfil yang akrab kita ketahui yaitu kembang kertas. Selain sebagai bunga hias ternyata memiliki khasiat bagi kaum Hawa, kayak darah bergumpal diwaktu datang bulan dan keputihan. Cara mengatasi darah yang bergumpal yaitu, ambil bunga bugenfil kurang lebih 15gr. Serta bunga ros kurang lebih 15gr. Lidah buaya (Aloevera) 70gr. Yang telah dikupas kulitnya. Semua dimasukkan kedalam panci serta 600cc air, rebus hingga airnya tersisa 300cc, kemudian disaring. Nah, airnya dapat diminum 2x sehari.
Sedangkan cara mengatasi keputihan yaitu, ambil bunga bugenfi 15 gr direbus dengan air 400 cc. Tunggu hingga surut menjadi 200 cc, kemudian saring lalu airnya diminum dalam keadaan hangat. Mengapa harus diminum hangat? Karena bugenfil memiliki sifat kimia dan efk farma kologi, serta rasa pahit, lengket, dan hangat berkhasiat untuk memperlancar sirkulasi peredaran darah. 

(Eva Nashriyati)

Mitra Sejajar Dalam Pendidikan



Pendidikan merupakan suatu hal yang sering dibicarakan sejak zaman perjuangan sampai era demokrasi sekarang ini. Zaman perjuangan Indonesia memiliki sejarah perjuangan pendidikan yang telah diperjuangkan oleh salah satu wanita pejuang emansipasi wanita. R.A. Kartini adalah sosok wanita Indonesia yang memberikan kontribusi sangat besar bagi pendidikan perempuan di negeri ini. Sebelum pendidikan wanita Indonesia diperjuangkan, bangsa Indonesia memandang sebelah mata keberadaan wanita. Bahkan wanita hanya dianggap sebagai pelengkap kehidupan laki-laki.
R.A. Kartini lahir pada tanggal 21 April 1897 di Moyang, Kabupaten Jepar. Kartini adalah pejuang kaum wanita Indonesia, Dia adalah penunjuk arah cita-cita wanita di negeri yang terkenal akan budayanya ini. Dia adalah seorang pengangan-angan yang banyak menaruh cita-cita dan harapan. Angan-angan itulah yang membuatnya semangat merintis perjuangan untuk bangsanya.
Hasil perjuangan yang penuh liku dan hambatan itu tidaklah sia-sia. Banyak kaum wanita Indonesia yang kini begitu handal menekan keyboard komputer, mengintip galaksi dari lensa teleskop bahkan mengadu fikiran di meja perwakilan rakyat. R.A. Kartini-lah awal kebangkitan mereka.
Keberadaan wanita Indonesia tidak dapat lagi dianggap sebagai pelengkap kehidupan laki-laki dan  pendorong dari belakang. Kesejajaran yang didapatkan kaum wanita dalam bidang pendidikan tidak dapat menghapus kodrat wanita sebagai seorang ibu rumah tangga. Meskipun ada berbagai pendapat yang muncul berkenaan dengan hal tersebut. Perbandingan yang banyak diperdebatkan memunculkan tiga pijakan dasar yang menjadi pilihan wanita.
Pertama, wanita yang memilih sebagai faktor pelengkap laki-laki saja. Tanpa memiliki angan-angan ataupun cita-cita dalam hidupnya. Kedua, wanita yang memilih untuk mengutuk pilihan pertama. Wanita dengan pilihan kedua ini adalah wanita yang merasa mampu bebas dari rasa bergantung pada laki-laki. Ketiga, wanita yang memilih dirinya sebagai sosok yang utuh, dan menghargai serta menghormati kodrati kelahirannya sebagai wanita. Mereka memilih untuk melaksanakan kodratnya sebagai wanita namun juga tidak lalai dengan cita-cita dan perjalanan karirnya.
 Pada dasarnya wanita diciptakan untuk berpasangan dengan laki-laki, bukan untuk menjadi pemuas nafsu dan pelengkap tetapi sebagai mitra sejajar yang dapat bekerjasama dalam hal kebaikan. Karena wanita dan laki-laki adalah suatu keseimbangan di muka bumi.
Emansipasi bukanlah sebagai bentuk pencapaiana suatau persamaan antara laki-laki dan wanita. Tetapi, keunggulan dalam proses selektifitas untuk menggapai harapan dan cita-cita dalam pendidikan baik dengan sesama jenis maupun lawan jenis. Pendidikan merupakan sarana penunjang untuk menggapai cita-cita tersebut. Perjuangan R.A. Kartini harus terus dipertahankan oleh kaum wanita di Indonesia meskipun berbagai faktor akan menghambat kesejajaran wanita dan laki-laki. Hambatan-hambatan tersebut diantaranya:
Pertama, hambatan fisik, karena wanita terbebani dengan kodrat yang harus diemban oleh badannya yaitu hamil, melahirkan dan menyusui. Kedua, hambatan teologis, telah diketahui bahwa wanita diciptakan dari ulang rusuk laki-laki. Salah satu alasan teologia inilah yang yang menciptakan beberapa pandangan dan melihat wanita hanya sekadar sebagai pendamping laki-laki. Ketiga, hambatan sosial-budaya, pandangan ini melihat bahwa wanita itu pasif, lemah, bergantung, dan menerima keadaan. Keempat, hambatan psikologis, wanita dianggap sebagai makhluk rumah yang tugasnya hanya cukup mengurusi rumah tangga saja. Kelima, hambatan sistem kemasyarakatan, adanya diskriminasi bagi wanita untuk mendapatkan peluang belajar dan menggapai pendidikan setinggi-tingginya serta kesempatan dalam peluang bekerja. Keenam, hambatan historis.
Berbagai hambatan yang ada seharusnya tidak menjadi penghalang bagi kaum wanita untuk menyadari akan tingginya potensi mereka. Dalam mengahapai hambatan yang ada kaum laki-laki dan wanita harus menggunakan dua unsur utama yaitu eros dan logos (rasa dan pikir) agar semua dapat berjalan dengan seimbag. Dengan kesempatan pendidikan yang sama maka kesempatan di lingkungan sosial antara kaum laki-laki dan wanita juga dapat disejajarkan. (Siti Zuliana/0169/D)